FAKTA INDONESIA DI MATA KOREA

1.Sebenarnya orang korea kurang begitu
tau Indonesia, tapi sekarang sudah mulai
mengenal Indonesia
2. Kebanyakan Orang Korea mengira
bahwa Bali itu adalah suatu negara yang
ditempati Indonesia padahal sebaliknya
3. Orang korea menyebut indonesia “THE
GOLDEN ISLAND” (pulau emas)
4. Kebanyakan orang korea tidak bisa
mengucapkan kata “Jakarta” dengan
benar
5.Orang korea sangat mengagumi budaya
dan bahasa di indonesia yang sangat
beragam
6. Kebanyakan lidah orang korea kurang
cocok dengan sebagian makanan
tradisional korea
7.Orang korea menganggap orang
indonesia tidak menghargai waktu, dan
suka mengulur waktu
8. orang korea bilang, indonesia adalah
negara flora dan fauna, karena mereka
bisa menemukan beraneka tumbuhan
dan binatang di manapun, di jalan raya
pun bisa
9.Indonesia adalah negara yang
menampung penduduk Korea terbesar di
dunia
10. orang korea banyak mengexport
produk produknya ke indonesia karena
pasti laku
11. orang indonesia di bilang konsumtif
12. kebanyakan orang Korea
menganggap orang Indonesia terlalu
kalem dan polos

Cr=Sosbud – Kompasiana

KOREAN ULZZANG BOYS

Gambar

Name: Dae Hwan

Gambar

Name: Jang Hyun

Gambar

Name: Ho Jun Yeon

Gambar

Name: Jeon Ki Wook

Gambar

Name: Im Young Pyo

Gambar

Name: Bae Sang Gon

Gambar

Name: Jo Geun Hyeong

Gambar

Name: Kang Hyuk Min

Gambar

Name: Kang Neung Kyung

Gambar

Name: Kim Hyun Ho

Gambar

Name: Kim Seon Yu

Gambar

Name: Kim Tae Hwan

Gambar

Name: Kwak Min Jun

Gambar

Name: Lee Do Hyeong

Gambar

Name: Lee Nam Soo

Gambar

Name: Lee Seung Min

Gambar

Name: Park Hyung Seok

Gambar

Name: Park Jae Hyun

Gambar

Name: Oh Jung Kyu

Gambar

Name: Kim Myoung Jae

Gambar

Name: Kim Sun Kuk

Gambar

Name: Kim Yong Bin

Gambar

Name: Lee Chi Hoon

Gambar

Name: Lee Dong Hun

Gambar

Name: Na Hyun Chul

Gambar

Name: Nam Woong

Gambar

Name: Park Hyung Woo

Gambar

Name: Park Sang Il

Gambar

Name: Park Ji Ho

Gambar

Name: Park Su Ho

Gambar

Name: Park Seung Heon

3

Name: Park Tae Jun

4

Name: Song Chan Ho

2

Name: Park Sung Woo

tumblr_lzkwa5q5sn1r43kwwo1_500

Name: Shin Gwang Chul

5

Name: Yu Ha Min

6

Name: Wong Jong Jin

SEJARAH KOTA MALANG

Image

Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[3] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[3][4]

Nama “Malang” sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama “Malang”. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.

Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti “Tuhan”. Sehingga, Malangkuçeçwara berarti “Tuhan telah menghancurkan kebatilan”.

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ”Ijen Boullevard” dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah “Gemente” (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.

Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

  • Tahun 1767 Kompeni Hindia Belanda memasuki Kota
  • Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
  • Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
  • Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
  • 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
  • 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
  • 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
  • 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
  • 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
  • 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

DPRDGR mengkukuhkan lambang Kotamadya Malang dengan Perda No. 4/1970. Bunyi semboyan pada lambang adalah “MALANG KUÇEÇWARA”

Logo Kota Malang (Pemerintah Kota Malang)

  • Motto “MALANG KUÇEÇWARA” berarti Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar
  • Arti Warna :
    • Merah Putih, adalah lambang bendera nasional Indonesia
    • Kuning, berarti keluhuran dan kebesaran
    • Hijau adalah kesuburan
    • Biru Muda berarti kesetiaan pada Tuhan, negara dan bangsa
    • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Arema Crounus

Image

Nama lengkap Arema Cronous
Julukan Singo Edan
Didirikan 11 Agustus 1987
Stadion Stadion Kanjuruhan
(Kapasitas: 60.000)

Arema Indonesia atau Arema Cronous, dahulu bernama Arema Malang, adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan “Singo Edan” . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema adalah tim sekota dari Persema Malang. Di musim 2010-11, di acara launching sempat menggunakan nama Arema FC,[1] namun dua hari kemudian kembali lagi ke nama Arema Indonesia.[2]

Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa. [3] Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)

0000144684

KOREAN ULZZANG GIRL

Gambar

Nama : Hong Young Ki
Birthday : 29 July 1992
W/H : 39kg/146cm
Blood Type : A
Naver : http://blog.naver.com/kisy0729

Gambar

Name : Hana Reum Song Lee

Gambar

Nama : Baek Jae Ah
Birthday : 1991
W/H : -/161cm

Gambar

Name: Choi Ha Neul

Gambar

Nama : Moon Ya El
Nick Name : Ulzzang Doll , El
Birthday : 8 Maret 1992
W/H : – / 165cm
 
Gambar
Name: Ryu Hye Ju
 
Gambar 
Name : Do Hwe Ji
Birthday : 6 May 1991
W/H : 47kg/168cm
Blood Type : O
Gambar
Name : Park Seul Ki
Gambar

Name : Jung Hyun Joo
Birthday : 15 Oktober 1991

Works : Modeling for Korean shopping mall

 
Gambar

Name : Yoo Bo Hwa/Yu Bo Hwa
Birthday : 9 May 1988
W/H : 44kg/158cm
Blood Type : B
 
Gambar
Name : Shin Ae Sol
Race : Korean
Works : Is a net idol or ulzzang

Gambar

Name : Han Bom
 
Gambar

Name : Byun Ji Young
Birthday : 26 Maret 1991
Race : Korean
Works : from Funnywig , Dovely, Gabalnara
 
 

Sekilas Tentang Ulzzang

Ulzzang atau eoljjang merupakan istilah prokem dari Bahasa Korea yang digunakan untuk melabelkan seseorang yang memiliki wajah yang sangat menarik. Ulzzang berasal dari dua kata; 얼굴 (baca: eolgul) yaitu “wajah”, dan 짱 (baca: jjang) yang berarti “terbaik”. Sehingga 얼짱 (baca: eoljjang) berarti “wajah terbaik”. Kata Ulzzang digunakan secara daring dan dalam kehidupan nyata. Ulzzang menjadi gaya yang telah diikuti negara-negara seperti Korea Selatan, Cina, Taiwan, Jepang, Meksiko, Indonesia, Filipina, Malaysia, Australia, Thailand, Inggris, dan negara lainnya.
Istilah ulzzang awalnya populer di Korea Selatan pada akhir tahun 1990-an. Banyak ulzzang wannabes (sebutan untuk orang yang ingin menjadi ulzzang) mengirim gambar mereka di berbagai situs web. Kontes yang diadakan baik daring maupun kehidupan nyata (luring), sering dilakukan untuk memilih ulzzang terbaik. Tetapi Anda tidak perlu harus masuk atau menang. Karena beberapa ulzzang, tidak hanya mengandalkan Internet. Sebagai contoh, beberapa ulzzang telah mendapatkan popularitas di sekolah karena menarik perhatian. Namun, sebagian besar menggunakan Internet untuk berbagi foto-foto mereka, dan banyak dari mereka menjadi populer.
Ulzzang yang paling terkenal dapat memperoleh status selebriti. Beberapa mungkin bisa muncul di majalah, atau situs web toko busana daring. Beberapa ulzzang bahkan bisa menjadi selebriti yang sebenarnya dengan berakting, menyanyi, atau menjadi model.

Ulzzang Houng Young Gi

Ulzzang Houng Young Gi

tumblr_miqgl6m6GK1r8b6h9o1_500

Ulzzang-uzzlang-world-33847828-500-631

Ulzzang Park Ji Ho

Ulzzang Park Ji Ho

Ulzzang Song Chan Ho

Ulzzang Song Chan Ho

tumblr_lo4m5snuOe1qc3yzco1_400

Ulzzang Park Hyung Seok

Ulzzang Park Hyung Seok

Ulzzang Hyung Seok

Ulzzang Hyung Seok